Tiba di Embarkasi Palembang, 81,4 % JCH Kloter Kedua Resiko Tinggi

Berita, Daerah153 Dilihat

Palembang, hainews.id – Sebanyak 360 jamaah calon haji (JCH) kloter 2 Embarkasi Palembang tiba di Asrama Haji Palembang, Sabtu (27/5) siang. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, 81,4 persen jamaah masuk kategori resiko tinggi (Risti). Rinciannya, 16 orang risti usia, 108 orang risti penyakit, 169 orang risti penyakit dan usia serta 67 orang kategori sehat.

Selain itu terdapat 18 orang jamaah calon haji menggunakan kursi roda.
Rombongan kelompok terbang (Kloter) kedua asal yang berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Ka’bah tiba di Asrama Haji Embarkasi Palembang, Sabtu (27/05) pada pukul 11:10 WIB. Tak lama kemudian menyusul rombongan JCH dari Kota Prabumulih sekitar pukul 12:00 WIB.

Kedatangan kloter kedua disambut oleh seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang. Turut menyambut kedatangan kloter kedua ini ketua kloter Mukmin, dibantu dengan Pembimbing Ibadah Ridhuan, dokter kloter Ayu Fadhilah, Perawat Wiramas Kusuma dan Dewi Komputeri Guna.

Pada kloter kedua ini, terdapat jamaah calon haji termuda Alia Savitri Anjani (20) dan jamaah calon haji tertua Mulyo Wikarto Soma (92). Keduanya berasal dari Kota Prabumulih.

Selaku ketua kloter Mukmin mengharapkan kerjasama seluruh petugas kloter dan jamaah selama mengikuti rangkaian ibadah haji, mulai dari embarkasi Palembang hingga di tanah suci dan kembali lagi ke tanah air.

Ia mengatakan, menjadi petugas kloter merupakan suatu amanah dan tanggungjawab besar, terlebih lagi tahun ini mayoritas jamaah calon haji tergolong kategori lansia. Meskipun demikian dirinya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk melayani tamu Allah tersebut.

“Suatu kebanggaan dan kehormatan yang luar biasa bagi kami atas kepercayaan pemerintah kepada kami sebagai petugas kloter,” ujar Mukmin.

Pada kesempatan yang sama pembimbing ibadah kloter kedua Ridhuan menambahkan dirinya sangat siap membantu ketua kloter dan bersinergi dengan petugas lainnya dalam memberikan pelayaan kepada jamaah.

“sebelumnya kami telah dilatih untuk menanamkan jiwa korsa antar sesama petugas. Sehingga dipatnerkan dengan siapapun Insya Allah kami akan selalu siap dan dapat bekerjasama dengan baik,” pungkas Ridhuan. (**)