Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024, Polda Sumsel Kolaborasi Gandeng Fisip UIN Raden Fatah Palembang

Berita, Pendidikan42 Dilihat

Palembang, Hainews.id – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang gelar Pelatihan Cek Fakta sekaligus Deklarasi Mahasiswa Anti Hoax untuk mengidentifikasi dan menangkal hoax untuk mewujudkan pemilu 2024 yang aman dan damai.

Dalam sambutannya Dekan Fisip UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Izzomidin MA mengapresiasi kegiatan kerjasama ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu proses dalam mendidik diri menjadi generasi yang Smart, yakni mahasiswa yang cerdas, terukur, dan realistis, mahasiswa harus mampu menangkal dan memilah berita-berita hoax yang bisa menimbulkan konflik nantinya,” ujarnya.

Pihak kepolisian daerah Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kasubdit V Kamsus Ditintelkam Polda Sumsel, AKBP Dudi Novery menyambangi FISIP UIN RF Palembang sebagai kampus pertama yang bekerja sama dalam kegiatan edukasi dan pemahaman tentang pencegahan berita hoax terkait pelaksanaan Pemilu 2024.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah membuat situasi yang aman dan damai dalam menghadapi Pemilu 2024, jangan sampai mahasiswa terpengaruh oleh informasi hoax yang mendiskreditkan pihak pihak tertentu, harapannya pelatihan ini dapat memberikan edukasi kepada mahasiswa agar tidak ikut kegiatan yang bisa merugikan mahasiswa,” ujar AKBP Dudi Novery.

Dudi Novery menuturkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 452 berita hoax yang sudah di takedown. Kepolisian juga turut bekerjasama dengan Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KOMINFO dalam menindaklanjuti penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan konflik jelang pemilu.

“Untuk mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam menerima setiap informasi melalui media sosial. Beliau mengingatkan agar mahasiswa sebagai generasi penerus cinta damai tidak malas dalam menyaring setiap pemberitaan yang datang dan menghindari perseteruan yang menimbulkan konflik,” pesannya.

Terakhir, Ia berharap kepada mahasiswa dengan adanya kegiatan ini bisa menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.

“sehingga mahasiswa bisa lebih mawas diri dalam menggunakan sosial media untuk menyebarkan berita, kemudian jangan pernah menjadi buzzer yakni orang yang menyuarakan isu negatif,” ujar dia.

Acara pelatihan cek fakta ini diikuti oleh 40 mahasiswa di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang, selain pelatihan acara ini juga sekaligus deklarasi komunitas mahasiswa anti hoaks. (**)