Tekan Angka Kejahatan di Daerah Rawan, Polrestabes Terjunkan Personil Sat Samapta Presisi di Jalan Palembang

Berita, Palembang94 Dilihat

Palembang, hainews.id – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang menerjunkan personil Sat Samapta Presisi di Jalan Palembang.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan, bahwa pihaknya akan mensiagakan personel Sat Samapta Presisi. Untuk menekan angka kejahatan di daerah rawan.

“Ini untuk mengantisipasi terjadinya tawuran hingga kejahatan jajanan, kita akan mensiagakan personel Sat Samapta Presisi. Yang bakal melakukan patroli di wilayah Palembang setiap waktu,” kata Harryo Sugihhartono, Jum’at 9 Juni 2023.

Harryo Sugihhartono menghimbau, kepada anak remaja harus pulang pukul 22.00 WIB. Kemudian, para orang tua tidak membiarkan anak-anaknya bermain di luar rumah dan memastikan sudah pulang pada pukul 22.00 WIB.

“Sosialisasi itu sebagai bentuk antisipasi tawuran antar remaja. Imbauan ini untuk mengkampanyekan setop tawuran, balap liar, dan aktivitas geng motor,” ujar Harryo Sugihhartono.

Selain mensiagakan personel Sat Samapta lanjut Harryo Sugihhartono, membuat posko pengamanan masyarakat, Patroli malam rutin setiap polsek dan patroli cyber.

“Saya mendirikan posko pengamanan masyarakat kedepan lebih tekankan pada penegakan hukum dan penindakan para pelaku tawuran,” ungkap Harryo Sugihhartono.

Harryo Sugihhartono menegaskan, siapapun yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) atau sejenisnya ataupun terlibat langsung tawuran.

“Intinya, akan kami amankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Harryo Sugihhartono.

Sebelumnya, Mayat pria diduga korban tawuran itu ditemukan warga bersimbah darah di Jalan KH Azhari, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Kamis sekitar pukul 02.45 WIB.

Identitas mayat ternyata masih duduk di bangku SMA yakni, MFF (17) warga Jl May Zen, Lr Amalia, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Abdullah (51) ayah MFF mengatakan, ia mendapat kabar anaknya berada di rumah sakit dari teman yang saat itu pergi bersamanya. Mulanya teman tersebut mengatakan MFF terjatuh dari motor.

“Saya dihubungi teman anak saya. Katanya (MFF) jatuh dari motor tadi malam, sekarang sudah di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Abdullah saat membuat laporan di SPKT Mapolrestabes Palembang, Kamis 1 Juni 2023.

Lanjut Abdullah, ketika tiba RS Bhayangkara, pihak rumah sakit mengatakan betul anaknya memang di rumah sakit. Namun dari luka yang diterima sepertinya bukan jatuh, melainkan dibacok menggunakan senjata tajam.

“Kata pihak rumah sakit ini bukan luka jatuh dari kendaraan bermotor tapi dibacok. Ada luka di punggung sebelah kanannya,” ujar Abdullah.

Saat ini Abdullah tengah mengurus jenazah sang anak di RS Bhayangkara Moh Hasan untuk kemudian segera dimandikan di rumah duka.

Sementara itu, Kapolsek Seberang Ulu II Kompol Bayu Arya Sakti menambahkan, peristiwa itu terdengar pertama kali oleh Ketua RT setempat Nilawati (32) yang sedang berada dalam rumah mendengar suara motor ramai lewat dengan teriakan-teriakan.

“Saksi hanya mendengar suara motor ramai dan teriakan. Kemudian saksi bersama seorang warganya keluar rumah dan melihat korban sudah terkapar ditengah jalan dengan kondisi terlentang tidak bergerak dan berdarah pada bagian belakang,” ungkap Bayu Arya Sakti.

Adapun ciri-ciri korban mengenakan jaket merah dengan penutup kepala warna abu-abu dan mengenakan celana training warna hitam list merah.

Masih dikatakan Bayu Arya Sakti, Setelah menemukan korban yang dalam keadaan terkapar, kedua saksi langsung menghubungi Polsek Seberang Ulu II melalui Bhabinkamtibmas 14 Ulu.

“Kami mendapat laporan setelah Bhabinkamtibmas meneruskan laporan warga tentang adanya penemuan mayat. Polsek, Tim SPKT dan Identifikasi Polrestabes Palembang langsung cek TKP,” jelas Bayu Arya Sakti.

Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk melakukan proses autopsi. (Wahyudi)